• Fri. Dec 4th, 2020

Timhore – Belakangan ini kita mungkin sering membaca atau menemukan halaman yang membahas tentang salah satu film yang tayang di Netflix, dan dinobatkan sebagai salah satu film terseram, yang bahkan hanya 1 dari 100 orang yang mampu menontonnya hingga selesai. Apakah kalian sudah menontonnya? Saya sih sudah menontonnya hingga selesai.

Ternyata film tersebut adalah adaptasi dari sebuah kisah nyata yang pernah terjadi di tahun 1991.

Dan setelah di cek lebih lanjut, ternyata film itu berbeda dengan kisah aslinya. Tidak sedikit yang setuju, bahwa kisah nyata dibalik film “Veronica” ini lebih seram!!

Kisah nyata ini terjadi di Madrid, tepatnya di Apartemen Calle Luís Marín 8. Berbagai fenomena paranormal terjadi ditempat ini, bahkan polisipun sampai ikut turun tangan menanggapi hal ini. Kasus ini menjadi sangat viral di Spanyol, terlebih dikalangan pecinta okultisme (ilmu yang mempelajari tentang hal- hal yang bersifat supranatural)

Korban dari kasus ini adalah Estefanía Gutierrez Lázaro, seorang remaja kelahiran Madrid yang tinggal bersama keluarganya di apartemen itu.

Estefania ini tertarik dengan hal- hal yang berbau supranatural. Sampai suatu hari, dia beserta dua orang temannya melakukan ritual pemanggilan arwah dengan ouija. Mereka berniat untuk memanggil arwah kekasih dari salah satu teman Estefania yang meninggal karena kecelakaan.

Namun saat mereka sudah memulai ritual, ada seorang guru yang menghampiri mereka dan langsung merusak papan ouija tersebut. Kedua teman Estefania mengatakan, bahwa mereka melihat ada asap yang keluar dari kaca yang ada di atas papan ouija, yang kemudian asap itu terhisap oleh Estefania. Kedua temannya mengatakan bahwa mereka jelas- jelas melihat asap itu masuk kedalam hidung dan mulut Estefania.

Sejak saat itu, Estefania mengalami insomnia (kesulitan tidur dimalam hari), halusinasi, hingga kejang-kejang.

Bahkan Estefanía-pun sempat menggambarkan bentuk-bentuk manusia aneh yang datang mengunjunginya di malam hari; tanpa wajah, mengenakan jubah hitam, serta meminta Estefania untuk ikut dengannya.

Orangtua Estefania segera membawanya ke beberapa rumah sakit, mereka berusaha menemukan apa penyakitnya, tetapi para dokter tidak pernah dapat menjelaskan dengan pasti apa penyakit yang di derita Estefania.

Hingga puncak terakhir dari serangan penyakit anehnya itu, pada 13 Juli 1991, Estefanía tiba- tiba menyerang adik perempuannya “Marianela”, hingga terjatuh di lantai, dan busa keluar dari mulut Estefania.

Sehari setelahnya, pada tanggal 14 Juli, Estefanía mengalami serangan katalepsi serius (suatu keadaan abnormal yang ditandai oleh gangguan kesadaran, sikap, dan otot tubuh)

Ia dibawa ke rumah sakit dalam keadaan koma, dan ia meninggal malam itu juga. Autopsi gagal menjelaskan alasan kematian Estefania, petugas autopsi menyebutkan kematian Estefania adalah “kematian mendadak dan mencurigakan.”

Sejak Estefanía meninggal, fenomena paranormal di rumahnya semakin meningkat.

Sang ibu mendengar suara teriakan Estefanía memanggilnya dari kamar-kamar yang ada rumah, kemudian ada suara tawa seorang lelaki tua yang melintasi dinding, lalu ada sesuatu yang memecahkan kaca tanpa penjelasan, kemudian benda- benda di rumahpun bergerak, dan juga pintu membuka dan menutup sendiri.

Suatu malam, sang ibu merasakan seseorang menyentuh tangan dan kakinya saat dia tidur. Malam berikutnya, anak perempuannya yang masih kecil itu terbangun ketakutan, dan menceritakan bahwa pergelangan tangannya terbanting keras ke dinding.

Pada tanggal 1 November 1993, dua tahun setelah kematian Estefanía, fotonya yang tergantung di ruang tamu terbakar, dan bagian yang terbakar hanyalah yang menggambarkan wajahnya, sementara kerangka maupun benda-benda di sekitarnya tidak menunjukkan kerusakan apapun.

Pada 27 November 1993, keluarga Gutierrez memutuskan untuk memanggil polisi. Inspektur José Negri dan timnya tiba di lokasi pada malam hari, menemukan orang tua dan anak-anak di luar rumah, dalam hujan, ketakutan. Sementara beberapa petugas akan tinggal bersama orang tua mereka dan mendengarkan seluruh cerita mereka, Inspektur Jose dan dua petugas lainnya memasuki apartemen.

Laporan yang ditulis oleh inspektur, menjadi objek perbincangan di kalangan okultisme.

Laporan itu menggambarkan pintu sebuah lemari pakaian yang terbuka dengan keras, padahal lemari itu terkunci beberapa detik sebelumnya, dan hampir mengenai wajah para petugas.

Lalu didalam laporannya pun dituliskan tentang suara-suara keras yang datang dari balkon, di mana tidak ada orang sama sekali, dan lendir coklat aneh yang terbentuk di meja samping tempat tidur.

Laporan itu juga melampirkan sebuah gambar salib, yang digantung di dinding ketika para petugas masuk ke dalam rumah dan kemudian goresan tiga cakar terlihat jelas di dinding. di mana gambar salib itu digantung, seolah-olah mereka merobeknya dari dinding.

Para petugas juga memeriksa kamar mandi, menurut keluarga kamar mandi adalah tempat paling berhantu di rumah, dan para petugas punmerasakan penurunan suhu yang tiba-tiba tidak pernah dirasakan sebelumnya dalam hidup mereka.

Para petugas meninggalkan apartemen dengan tergesa-gesa, mereka sadar bahwa mereka tidak dapat melakukan apa-apa.

Tak lama setelah itu, keluarga Estefania berniat menjual rumah mereka dan pindah, mereka berharap, jika mereka keluar dari rumah itu, pasti menghentikan fenomena paranormal, sehingga pemilik rumah yang baru tidak akan pernah menyaksikan fenomena yang tidak dapat dijelaskan itu.

Dan ternyata benar, setelah mereka mengosongkan apartemen itu, kejadian- kejadian supranatural tidak pernah terjadi lagi.

Timhore

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *